HUKUM NIKAH BEDA AGAMA

Februari 4, 2009 at 11:37 am 26 komentar

Hukum pernikahan beda agama, ada 2 macam kategori. Antara lain:

Perempuan beragama Islam menikah dengan laki-laki non-Islam

 Hukum mengenai perempuan beragama Islam menikah dengan laki-laki non-Islam adalah jelas-jelas dilarang (haram). Dalil yg digunakan untuk larangan menikahnya muslimah dengan laki-laki non Islam adalah Surat Al Baqarah(2):221,“Dan janganlah kamu nikahi wanita-wanita musyrik, sebelum mereka beriman. Sesungguhnya wanita budak yang mukmin lebih baik dari wanita musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Dan janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita mukmin) sebelum mereka beriman. Sesungguhnya budak yang mukmin lebih baik dari orang musyrik walaupun dia menarik hatimu. Mereka mengajak ke neraka, sedang Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan izin-Nya. Dan Allah menerangkan ayat-ayat-Nya (perintah-perintah-Nya) kepada manusia supaya mereka mengambil pelajaran.”

Jadi, wanita musliman dilarang atau diharamkan menikah dengan non muslim, apapun alasannya. Hal ini sebagaimana dinyatakan dalam Alquran di atas. Bisa dikatakan, jika seorang muslimah memaksakan dirinya menikah dengan laki-laki non Islam, maka akan dianggap berzina.

2. Laki-laki beragama Islam menikah dengan perempuan non-Islam

 Pernikahan seorang lelaki Muslim dengan perempuan non muslim terbagi atas 2 macam:

 1. Lelaki Muslim dengan perempuan Ahli Kitab. Yang dimaksud dg Ahli Kitab di sini adalah agama Nasrani dan Yahudi (agama samawi). Hukumnya boleh, dengan dasar Surat Al Maidah(5):5,“Pada hari ini dihalalkan bagimu yang baik-baik. Makanan (sembelihan) orang-orang yang diberi Al Kitab itu halal bagimu, dan makanan kamu halal pula bagi mereka. (Dan dihalalkan mengawini) wanita-wanita yang menjaga kehormatan di antara wanita-wanita yang beriman dan wanita-wanita yang menjaga kehormatan di antara orang-orang yang diberi Al Kitab sebelum kamu, bila kamu telah membayar maskawin mereka dengan maksud menikahinya, tidak dengan maksud berzina dan tidak (pula) menjadikannya gundik-gundik. Barang siapa yang kafir sesudah beriman (tidak menerima hukum-hukum Islam) maka hapuslah amalannya dan ia di hari akhirat termasuk orang-orang merugi.”

 

2. Lelaki Muslim dg perempuan non Ahli Kitab. Untuk kasus ini, banyak ulama yg melarang, dengan dasar Al Baqarah(2):222,“Dan janganlah kamu nikahi wanita-wanita musyrik, sebelum mereka beriman. Sesungguhnya wanita budak yang mukmin lebih baik dari wanita musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Dan janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita mukmin) sebelum mereka beriman. Sesungguhnya budak yang mukmin lebih baik dari orang musyrik walaupun dia menarik hatimu. Mereka mengajak ke neraka, sedang Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan izin-Nya. Dan Allah menerangkan ayat-ayat-Nya (perintah-perintah-Nya) kepada manusia supaya mereka mengambil pelajaran.”

 

Banyak ulama yg menafsirkan bahwa Al Kitab di sini adalah Injil dan Taurat. Dikarenakan agama Islam, Nasrani dan Yahudi berasal dari sumber yg sama, agama samawi, maka para ulama memperbolehkan pernikahan jenis ini. Untuk kasus ini, yg dimaksud dengan musyrik adalah penyembah berhala, api, dan sejenisnya. Untuk poin 2, menikah dengan perempuan yang bukan ahli kitab, para ulama sepakat melarang.

 

Dari sebuah literatur,  dapatkan keterangan bahwa Hindu, Budha atau Konghuchu tidak termasuk agama samawi (langit) tapi termasuk agama ardhiy (bumi). Karena benda yang mereka katakan sebagai kitab suci itu bukanlah kitab yang turun dari Allah SWT. Benda itu adalah hasil pemikiran para tokoh mereka dan filosof mereka. Sehingga kita bisa bedakan bahwa kebanyakan isinya lebih merupakan petuah, hikmah, sejarah dan filsafat para tokohnya.

 

Kita tidak akan menemukan hukum dan syariat di dalamnya yang mengatur masalah kehidupan. Tidak ada hukum jual beli, zakat, zina, minuman keras, judi dan pencurian. Sebagaimana yang ada di dalam Al-Quran Al-Karim, Injil atau Taurat. Yang ada hanya etika, moral dan nasehat. Benda itu tidak bisa dikatakan sebagai kalam suci dari Allah yang diturunkan melalui malaikat Jibril dan berisi hukum syariat. Sedangkan Taurat, Zabur dan Injil, jelas-jelas kitab samawi yang secara kompak diakui sebagai kitabullah.

Entry filed under: Uncategorized. Tags: .

HUKUM MEWARNAI RAMBUT WANITA SHOLEHAH

26 Komentar Add your own

  • 1. didiet  |  Mei 5, 2009 pukul 10:15 am

    Terima kasih atas keterangan2 yang anda berikan.

    Namun demikian ada 1 hal yang ingin saya tanyakan.

    Apakah pemeluk agama nasrani saat ini masih tergolong ahli kitab? Mengingat banyaknya perubahan dalam kitab injil, spt adanya perjanjian baru dan lama.

    Mohon penjelasannya. Terima kasih.

  • 2. stenny  |  Oktober 11, 2009 pukul 6:41 pm

    boleh kirim hukum beda agama, perempuan muslim menikahi laki-laki yang non muslim

    terima kasih….

  • 3. santy  |  Desember 23, 2009 pukul 9:32 am

    mohon dapatnya di jelaskan bagaimana hukumnya apabila wanita muslim menikah dengan laki-laki non muslim tetapi menikah dengan cara islam

  • 4. dewimalam  |  Desember 30, 2009 pukul 9:07 pm

    jika dilihat dari ayat yang dikutip diatas, maka wanita muslim tidak diperbolehkan menikah dengan lelaki musrik,

    padahal yang dimaksud lelaki musrik itu kan penyembah berhala pada kaum kafir quraisy, beda dengan ahli kitab

    dengan pedoman ayat diatas, apakah benar jika wanita muslim menikah dengan lelaki non muslim (ahli kitab) itu haram hukumnya? saya pikir tidak ada bedanya dengan lelaki muslim yang halal menikah dengan wanita ahli kitab.

    mohon penjelasannya karena sy sedang mengalami masalah ini.. terimakasih…

  • 5. Denny  |  April 24, 2010 pukul 9:05 am

    dilihat dari wacana di atas,berati baik laki2 atu pun perempun dilarang/berdosa jika menikah dengan non muslim bagai mana jika mereka menjadi muamalap, untuk kelangsungan pernikahan semata setelah pernikahan selesai mereka kembali ke agama nya aoa kan itu dosa dan apa hukum nya bagi yang kembali lg mohon penjelasan nya???

  • 6. egaw maia  |  September 22, 2010 pukul 7:06 am

    hukum beda agama, laki-laki muslim menikahi perempuan yang non muslim apa???

  • 7. lina  |  Oktober 13, 2010 pukul 4:37 am

    Siang,,pertanyaan saya mgkn sama dgn mba santy…Mohon penjelasan mengenai pernikahan wanita muslim dgn laki-laki non muslim…
    Makasih..

  • 8. MAU MENIKAH? « EdyCahyo  |  November 13, 2010 pukul 3:27 am

    [...] DISCUSSION FORUM Selamat Datang di Forum Diskusi Weddingku. Di forum ini, lebih dari 100.000 calon pengantin dan pasangan yang telah menikah berdiskusi tentang persiapan pernikahan, bulan madu sampai dengan hal-hal kehidupan keluarga sehari-hari. mau lanjut klik ini Menikah cara Islam Menikah Beda Agama Menurut Islam [...]

  • 9. RIFan KHORIDI  |  November 27, 2010 pukul 12:58 pm

    terimakaih atas penjelasannya…

  • 10. melly  |  Desember 1, 2010 pukul 3:12 am

    pertanyaan saya sama dg mba santi n mba lina, bagaimana hukumnya perempuan muslim menikah dg laki-laki non muslim dg cara menikah secara islam tpi laki-laki non muslim tersebut sudah masuk islam terlebih dahulu selama 1 minggu baru menikahi perempuan muslim. setelah menikah suami itu kembali lagi ke agamanya… bagaimana hukum agama melihat ini?? mohon penjelsaannya, trims…

  • 11. FURQON  |  Januari 25, 2011 pukul 11:13 am

    dlm Islam ada Istilah FASAKH atau Batal pernikahannya. maksudnya tali pernikahan putus disebabkan bbrpa hal, di antaranya, MURTAD. maka jika ada suami yg muslim kemudian keluar Islam, secara OTOMATIS BATAL PERNIKAHANNYA. jika istri yg muslimah masih mau berhubungan badan dgnya statusnya BERZINA.

  • 12. dodol  |  April 28, 2011 pukul 7:07 am

    sama yg di alamain neh sma gw

  • 13. anita  |  April 29, 2011 pukul 12:23 pm

    ada seorang laki-laki muslim yang menikahi wanita nasrani dengan aturan pernikahan gereja. apakah pernikahan ini dianggap sah secara hukum dan islam? lalu apakah wanita nasrani dan katholik saat ini (dengan kitab yang sudah berubah) masih dianggap sebagai ahli kitab yang halal dinikahi laki-laki muslim?

  • 14. rmarliya@yahoo.co.id  |  Juni 29, 2011 pukul 5:03 am

    menurut saya, tdk ada yang haram, selama cew dan cow saling mencintai, apapun perbedan mereka tuhan pst mempersatukan mereka.
    karna smw agama adalah sama, smw agama mengajarkan kebaikan, tdk ada yg mengajarkan KEBURUKAN.

  • 15. nde  |  Juli 24, 2011 pukul 2:40 pm

    kalau bfikiran smw agama sama n benar kynya salah bependapat sprti itu..cb bayangkan mngpa Allah tuhan smsta Alam menurunkan agama lbh dr 1?sprti islam, nasrani, yahudi it krn Allah meminta kita memilih slh satu yg dia ridhai yg bs bwa dia bnr2 pd tjuana (Allah) g msuk akal kan kl muslim ikut k grja, pastur ceramah di masjid, ustadz bdoa sm yesus? Hmmpendapat sprti itu..cb bayangkan mngpa Allah tuhan smsta Alam menurunkan agama lbh dr 1?sprti islam, nasrani, yahudi it krn Allah meminta kita memilih slh satu yg dia ridhai yg bs bwa dia bnr2 pd tjuana (Allah) g msuk akal kan kl muslim ikut k grja, pastur ceramah di masjid, ustadz bdoa sm yesus? Hmm

  • 16. mr.kuman  |  Juli 25, 2011 pukul 2:45 am

    makasig atas postnya, baru tau saya kalo laki-laki boleh menikahi wanita non muslim.

  • 17. Rudy Bleeding  |  Juli 25, 2011 pukul 4:54 am

    dari sekian agama mana agama yang kamu pilih dan di ridhai ?
    Setiap agama pasti menganggap agama nya lebih baik, sampai padang mahsyar pun masing2 agama bilang agama paling,lebih,sangat baik
    kalo aku seh agama nya islam dan itu agama nya yang baik dan di ridhoi lagi sama allah :Dggap agama nya lebih baik, sampai padang mahsyar pun masing2 agama bilang agama paling,lebih,sangat baik
    kalo aku seh agama nya islam dan itu agama nya yang baik dan di ridhoi lagi sama allah :D

  • 18. sylvie  |  Agustus 19, 2011 pukul 5:40 am

    pas lagi naksir sama cowo/cewe cari tau dulu apa agamanya. kalo gak seagama, jangan di ikutin tu perasaan. jangan sampe rasa cinta ngalahin cinta ke Allah dan Rasul. Alasan orang2 yg bilang: udah jodoh. itu sih dicari-cari, uda tau beda agama di terusin juga. Ngeledek agama itu ehehe.. apalagi sampe pindah/murtad ke agama lain. naudzubillahiminzalik.

  • 19. Wahid_kalteng.  |  September 7, 2011 pukul 2:02 am

    Ikuti z aturan yang ada didalam alqur’an,
    karena alqur’an adalah sumber hukum islam yang mutlak kebenarannya, sdh ga bsa d’ tawar2x,.
    Wanita muslim kn banyak,..
    He e

  • 20. chris  |  September 11, 2011 pukul 5:41 am

    klo menikah dgn non muslim lalu dia berpindah lg menjadi islam,lalu dia menjadi murtad kembali gmn???

  • 21. novan  |  Oktober 9, 2011 pukul 4:13 pm

    Lebih baik,,jika kita ragu diantaranya mending dibatalkan saja pernikahannya, atau menikahlah seiman, se agama dan se islam..tuntas perkara,, tidak ada lagi permasalahan..atau penafsiran yg salah kemudian hari..SETUJU…??????????

  • 22. anunya  |  Desember 23, 2011 pukul 11:00 pm

    udah lah, gak usah nikah beda agama. gitu aja kok repot.. masih bnyk kok yg seiman,ngapain nikah beda agama

  • 23. arres  |  Maret 4, 2012 pukul 6:23 pm

    assalamualaykum wr wb. maaf, mohon ijin opast sebagai bahan belajar. semoga amal kebaikan menyebarkan ilmunya dibalas Allah swt. amin

  • 24. YOSSY  |  September 21, 2012 pukul 3:57 am

    saya setuju dengan nde untuk coment r marliya
    semua agama memang mengajarkan kebaikan tapi sesungguhnya agama yang paling benar dan diridhoi adalah islam..saya pernah mengalaminya berpacaran dengan non muslim,memang berat untuk mengambil keputusan untuk berpisah,selama 2 th saya baru bisa melupakannya,sampai saya dipertemukan oleh seseorang laki2 muslim yang kini menjadi suami saya.percuma ganteng atau cantik tapi beda agama yang dapat membawa kita kekal selamanya DINERAKA.Naudzubillaminzalik!!!

  • 25. tanjung  |  November 10, 2012 pukul 11:15 pm

    Saya menikah dengan seorang pria setelah dia pindah agama dari

    Orthodoks ke Islam. Sebelum dia bertemu dengan saya dia taat menjalankan puasa dan ibadah sesuai dengan agamanya.

    Dia mulai giat mempelajari tentang Islam sewaktu mengenal saya, hingga akhirnya dia masuk islam dan kamipun menikah.

    Setelah menikah, saya pindah ke negaranya. Namun ternyata di negaranya sangat susah untuk menjalankan ibadah agama Islam selain karena mayoritas penduduk yang non muslim juga karena lingkungan sekitar yang tidak mendukung untuk menjalankan ibadah puasa dan shalat.

    Selama setahun dia tidak mau shalat maupun puasa, walaupun saya sudah coba untuk memotivasi tapi tetap tidak berhasil, dia menjadi suka marah dan tidak senang dengan hal-hal yang berbau Islam. Bahkan dia menjadi lebih pendiam, tidak riang lagi dan tidak mau tersenyum.

    Mengetahui perubahan itu saya tidak pernah lagi membahas atau menyinggung tentang agama. Hingga kemudian dia menceritakan bahwa Islam membuat dirinya sakit bahkan pada saat mendengar lonceng gereja berbunyipun membuat dia tidak suka. Namun dia mengatakan bahwa dia pernah mencoba untuk berpuasa dan berdoa dengan jalan agamanya yang dahulu namun itu juga tidak berhasil. Dia merasa kosong, tidak tahu arah, perasaan tidak enak selalu, dan ingin sendiri.

    Saya mencoba menenangkannya. Tapi saya takut jika dia kembali kepada agamanya lagi, karena dia pernah mengatakan mungkin lebih baik menemui Pastor untuk menceritakan hal ini.

    1. Jika dia kembali ke agamanya bagaimana hukum status pernikahan kami?
    2. Bagaimana caranya agar dia bisa tenang dan kembali seperti dahulu?

    Saya ingin pindah dari negara yang sekarang, tetapi dia tidak mau karena alasan pekerjaan dan kecintaannya pada negerinya.

    Mohon petunjuknya.

    Terimakasih
    Wita

    JAWABAN

    Rumah tangga yang berbeda negara, bangsa dan budaya memang kompleks dan potensi konflik menjadi lebih besar terutama apabila (a) kedua pihak tidak saling berusaha memahami dan memaklumi perbedaan dan (b) apabila keduanya ingin “meminta” bukan memberi. Ingin dipahami, bukan memahami. Kaharmonisan rumah tangga harus dimulai dari sini dengan usaha yang melebihi pernikahan dari latarbelakang yang sama.

    Jawaban pertanyaan Anda:

    Jawaban pertanyaan ke-1: Apabila suami Anda murtad (kembali ke agama asal), maka pernikahan menjadi batal demi hukum yang dalam istilah fiqih disebut fasakh (arti literal, rusak). Ini adalah pendapat dari mayoritas pakar syariah madzhab yang empat yaitu madzhab Syafi’i, Hanafi, Hanbali.[1] Itu artinya, tidak ada hubungan perkawinan lagi antara Anda dan suami Anda. Dan hubungan intim setelah itu dianggap zina.

    Sedangkan menurut madzhab Maliki, suami murtad akan berakibat istri tertalak tiga secara otomatis.

    Beda antara talak dan fasakh adalah fasakh berakibat putusnya nikah sama sekali. Dan tidak ada masa iddah bagi istri. Sedangkan talak berarti putusnya perkawinan dengan adanya masa iddah bagi istri.

    Jawaban pertanyaan ke-2: (a) Perbaiki komunikasi. Ajak suami Anda bertemu tokoh ulama setempat kalau ada dan curhat padanya atau ajak konsultasi perkawinan; (b) Ajak shalat berjamaah bersama dan beli buku-buku agama Islam yang dapat memotivasi terutama cari bacaan seputar kisah-kisah mualaf lain atau video di Youtube.

    Kalau Anda ingin mempertahankan perkawinan Anda berikut saran-saran dari saya:

    Pertama, jangan biarkan dia murtad kembali ke agama asal karena ada dampak hukumnya bagi Anda. Caranya, bersikaplah tegas dengan mengatakan padanya bahwa kalau dia kembali ke agama semula, maka scara otomatis Anda akan meninggalkan dia karena aturan Islam seperti itu. Dan bahwa Anda lebih memilih Islam dari pada dia. Suami akan menghargai ketegasan Anda kalau memang dia masih mencintai Anda.

    Kedua, kalau dia malas shalat, harap bersabar. Yang penting dia tetap muslim. Setelah itu cari momen-momen yang bagus untuk mengingatkan dia dengan cara yang membuat dia tidak kesal. Tentu Anda lebih tahu kapan dan bagaimana caranya.

    Good luck!

    ================
    CATATAN DAN RUJUKAN

    [1] – Imam Nawawi dari madzhab Syafi’i menyatakan dalam kitab Al-Minhaj

    ولو انفسخ -أي النكاح- بردة بعد وطء فالمسمى -أي فالواجب هو المهر المسمى. انتهى
    فقد سمى رحمه الله الفرقة الحاصلة بسبب الردة فسخاً

    Artinya: Apabila nikah batal (fasakh) karena sebab murtad setelah terjadinya hubungan intim maka istri berhak mendapat mahar atau maskawin (kalau mahar belum dibayar). Perpisahan suami-istri karena murtad disebut fasakh.

    – Al-Ibadi dari madzhab Hanafi mengatakan dalam kitab Mukhtashar Al-Qaduri

    وإذا ارتد أحد الزوجين عن الإسلام وقعت البينونة بينهما فرقة بغير طلاق عندهما -يعني أبا حنيفة وأبا يوسف – وقال محمد إن كانت الردة من الزوج فهي طلاق.

    Artinya: Apabila salah satu suami-istri murtad dari Islam maka terjadikan perpisahan (firqah) yang bukan talak. Menurut Abu Yusuf, apabila yang murtad itu suami maka disebut talak.

    – Dalam kitab Daurul Hukkam madzhab Hanafi juga dikatakan
    ارتداد أحدهما فسخ عاجل للنكاح غير موقوف على الحكم. وفائدة كونه فسخاً أن عدد الطلاق لا ينتقص به.

    Artinya: Murtadnya salah satu suami-istri membatalkan nikah secara otomatis tanpa perlu keputusan hukum pengadilan.

    – Ibnu Qudamah dari madzhab Hanbali menyatakan dalam kitab Al-Muqni’
    وإن ارتد أحد الزوجين قبل الدخول انفسخ النكاح، ولا مهر لها إن كانت هي المرتدة، وإن كان هو المرتد فلها نصف المهر. وإن كانت الردة بعد الدخول فهل تتعجل الفرقة أو تقف على انقضاء العدة؟ على روايتين

    Artinya: Apabila salah satu suami-istri murtad (keluar dari Islam) sebelum dukhul (hubungan intim) maka nikahnya batal (fasakh) dan istri tidak berhak atas mahar apabila istri yang murtad apabila suami ya murtad maka istri berhak mendapat separuh mahar. Apabila murtadnya setelah hubungan intim maka apakah pisahnya langsung atau menunggu selesainya masa iddah? Ada dua pendapat

  • 26. tatut  |  Februari 8, 2014 pukul 3:27 pm

    :) hm yah gak bisa nikah sama dia :” agamanya katolik,sdangkan ak islam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


YM Online

Flickr Photos

Picture

More Photos
sunatullah.com

kalender posting

Februari 2009
S S R K J S M
« Jan   Jun »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
232425262728  

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: