ISRA’ MI’RAJ DAN TEORI EINSTEIN

Februari 12, 2009 at 4:55 am 31 komentar

 

einstein1ISRA`MI`RAJ, sebagai sebuah peristiwa metafisika (gaib), barangkali bukan sesuatu yang istimewa. Kebenarannya bukanlah sesuatu yang luarbiasa. Kebenaran metafisika adalah kebenaran naqliyah (: dogmatis) yang tidak harus dibuktikan secara akal, namun lebih bersifat imani. Valid tidaknya kebenaran peristiwa metafisika—secara akal, bukanlah soal selagi ia diimani.

Namun, Isra` Mi`raj bukanlah peristiwa metafisika. Ia adalah peristiwa fisika (: nyata; badaniah) yang dialami dan dijalani Nabi Muhammad saw dengan segenap kesadaran inderawinya, sebagaimana diterangkan dalam Alqur`an surat Al-isra` ayat 1 dan Annajm ayat 13.

Maka, sebagai peristiwa fisika, Isra` Mi`raj adalah sesuatu yang istimewa. Kebenaran Isra` Mi`raj adalah kebenaran yang luarbiasa. Keistimewaan ataupun keluarbiasaan tersebut, tidak lain karena pemberontakannya pada tradisi. Kebenaran Isra` Mi`raj adalah kebenaran inkonvensional.

Maka, wajar kiranya, jika banyak orang pun mempertanyakan (meragukan?) ke-shahih-an Isra` Mi`raj tersebut. Menganggap Isra` Mi`raj sebagai sesuatu yang mengada-ada dan dongeng Nabi belaka.

Toh, Isra` Mi`raj bukanlah cerita rekaan ataupun dongeng Nabi. Isra` Mi`raj adalah sebuah firman Ilahi dan, firman Ilahi tetaplah sebuah kebenaran. Kebenaran hakiki dan mutlak yang tidak dapat diganggu-gugat. Meski ia berseberangan dengan tradisi ilmu pengetahuan. Meski ia bertentangan dengan akal nalar manusia.

 

Albert Einstein

Maka, bukan suatu kebetulan kiranya, jika kemudian Allah ciptakan seorang manusia bernama Albert Einstein, ilmuwan berbangsa Yahudi (bangsa yang sejak awal `menentang` Islam), yang kelak dengan teorinya, kebenaran Isra` Mi`raj menjadi nyata adanya.

Lahir di Jerman tanggal 14 Maret 1879 dan meninggal di Amerika Serikat tanggal 16 April 1955. Sebagai ilmuwan, Einstein telah menghabiskan lebih dari separuh hidupnya untuk menerobos dan membabat kelebatan dan kepekatan hutan ilmu pengetahuan. Dengan dedikasi dan vitalitasnya yang tinggi, iapun dapat membukakan jalan pencerahan bagi banyak orang. Ia telah menyumbangkan pikiran-pikirannya yang begitu berharga. Menyumbangkan teori-teorinya yang dapat memecahkan banyak teka-teki dan persoalan yang selama ini menyelimuti kehidupan.

 

Teori Relativitas

Satu dari sekian teorinya, adalah tentang relativitas. Sebuah teori yang mengupas hakikat alam semesta sebagai suatu susunan terpadu di mana segala yang ada di dalamnya, dengan kemajemukan dan keberagamannya, tunduk pada satu hukum universal, dengan kecepatan cahaya sebagai konstanta bandingnya. Sebuah teori yang, kelak melahirkan pula teori (ide) tentang bom atom yang begitu mengerikan itu.

Dalam teorinya itu, Einstein menerangkan bahwa tidak ada sesuatu yang mutlak dalam kehidupan ini. Segala sesuatu relatif dalam gerak dan kedudukannya. Sebuah bola yang bulat, suatu saat akan dapat berubah pipih. Begitu pun penggaris yang panjang, pada saat yang berbeda dapat mengerut, pendek. Sebuah benda yang berbobot ringan di satu saat, dapat menjadi berat atau tidak berbobot sama sekali di saat-saat lainnya. Jarum jam yang bergerak cepat mengukur waktu, ada kalanya menjadi lambat bahkan pada satu titik masa, berhenti sama sekali. Juga jantung yang berdenyut menandai usia, dapat mengalami kelambatan hingga usia pun berjalan lebih lambat dari yang semestinya.

 

Einstein merumuskan teorinya dalam sebuah persamaan:

 

t’

=

waktu benda yang bergerak

t

=

waktu benda yang diam

v

=

kecepatan benda

c

=

kecepatan cahaya

Diterangkan bahwa perbandingan nilai kecepatan suatu benda dengan kecepatan cahaya, akan berpengaruh pada keadaan benda tersebut. Semakin dekat nilai kecepatan suatu benda (v) dengan kecepatan cahaya (c), semakin besar pula efek yang dialaminya (t`): perlambatan waktu. Hingga ketika kecepatan benda menyamai kecepatan cahaya (v=c), benda itu pun sampai pada satu keadaan nol. Demikian, namun jika kecepatan benda dapat melampaui kecepatan cahaya (v>c), keadaan pun berubah. Efek yang dialami bukan lagi perlambatan waktu, namun sebaliknya.

Pada awalnya, teori Relativitas itu pun mendapat banyak tentangan. Seperti halnya Nabi saat memberitakan Isra` Mi`raj, Einstein saat mengumumkan teori tersebut, banyak dicemooh bahkan dianggap tidak waras karena, sebagaimana juga Isra` Mi`raj, teorinya itu pun telah menentang tradisi yang selama ini dianut dan dielu-elukan. Relativitas telah menolak kemutlakan ukuran bahwa semua benda selalu dalam keadaan tetap, tidak pernah berubah. Sebuah bola akan tetap bulat, sebuah penggaris akan tetap panjang, usia akan tetap berlari menua, bagaimanapun kondisinya.

Namun ketika laboratorium kemudian dapat menemukan gejala yang sama sebagaimana terurai dalam Relativitas, segera teori itu pun memperoleh kedudukannya yang semestinya sebagai sebuah kebenaran.

Studi tentang sinar kosmis, merupakan satu pembuktian.

Didapati bahwa di antara partikel-partikel yang dihasilkan dari persingungan partikel-partikel sinar kosmis yang utama dengan inti-inti atom Nitrogen dan Oksigen di lapisan Atmosfer atas, jauh ribuan meter di atas permukaan bumi, yaitu partikel Mu Meson (Muon), itu dapat mencapai permukaan bumi. Padahal partikel Muon ini mempunyai paruh waktu (half-life) sebesar dua mikro detik yang artinya dalam dua perjuta detik, setengah dari massa Muon tersebut akan meleleh menjadi elektron. Dan dalam jangka waktu dua perjuta detik, satu partikel yang bergerak dengan kecepatan cahaya (± 300.000 km/dt) sekalipun paling-paling hanya dapat mencapai jarak 600 m. padahal jarak ketinggian Atmosfer di mana Muon terbentuk, dari permukaan bumi, adalah 20.000 m yang mana dengan kecepatan cahaya hanya dapat dicapai dalam jangka minimal 66 mikro-detik.

Lalu, bagaimana Muon dapat melewati kemustahilan itu?

Ternyata, selama bergerak dengan kecepatannya yang tinggi—mendekati kecepatan cahaya, partikel Muon mengalami efek sebagaimana diterangkan teori Relativitas, yaitu perlambatan waktu.

 

Kebenaran Isra` Mi`raj

Demikianlah Relativitas telah dapat membuktikan kebenarannya. Menyingkap kebenaran-kebenaran yang selama ini tersembunyi di balik keruwetan dan arogansi ilmu pengetahuan. Termasuk, kebenaran Isra` Mi`raj.

Sebagaimana diterangkan di depan, ketika sebuah benda bergerak dengan kecepatan mendekati kecepatan cahaya, seperti halnya partikel Muon, benda itu akan mengalami efek perlambatan waktu. Seseorang yang meluncur ke angkasa dengan pesawat yang berkecepatan mendekati kecepatan cahaya, maka ia akan mengalami pertambahan usia yang lebih lambat dari yang semestinya di bumi. Ketika kembali ke bumi ia akan mendapati bumi telah begitu tuanya sedang dirinya hanya bertambah beberapa waktu saja. Ia telah terlempar ke masa depan. Namun jika kecepatannya ditambahkan hingga melampaui batas kecepatan cahaya, yang akan dialaminya bukanlah perlambatan waktu, namun sebaliknya. Ketika kembali ke bumi, bukan masa depan yang didapatinya. Namun, ia kembali ke masa lalu. Ia telah menjadi penziarah masa lalu.

Dan, inilah yang telah direfleksikan buraq, hewan sejenis kuda bersayap sebagai kendaraan Nabi saat melakukan perjalanan Isra`. Ketika memulai perjalanan yaitu dari Masjid Alharam (Mekkah), dengan daya kecepatan buraq (v>c), Nabi tidaklah mengarah ke masa depan. Namun kembali ke masa lalu. Dan, melewati masa lalu itulah Nabi memberangkatkan perjalanannya. Hingga, seiring guliran-guliran waktu perjalanan itu, perjalannpun melaju ke titik waktu saat mana beliau baru memulai. Hingga, kesan yang ada pun seolah-olah Nabi melakukan perjalanan Isra` Mi`raj hanyalah sesaat. Padahal, hakikatnya, beliau pun menjalani Isra` Mi`raj, berdasarkan `perhitungan` waktu pribadinya, lazimnya perjalanan-perjalanan sejenis lainnya dengan menghabiskan waktu berjam-jam atau berhari-hari atau bahkan lebih.

Demikianlah, Allah memang senantiasa memfirmankan kebenaran. Dan, firman-firman Allah memang senantiasa benar adanya. Meski terkadang akal & logika kita sangat sulit untuk menjangkaunya.

Shadaqallahul-adzim.

 

Kepustakaan:

  • Addardir, Ahmad. Qishatul Mi`raj lil `Alamah Najmuddin Alghaythy. Usaha Keluarga. Semarang.
  • Alkhaibawi, Usman dan Abdullah Shonhadji (Penj.). Durratun Nashihin: Mutiara Mubaligh, Jilid 2. Almunawar. Semarang.
  • Almuhally, Jalaluddin Muhammad bin Ahmad dan Jalaluddin Abdurrahman bin Abi Bakar Assuyuthy. Tafsirulqur`nilkarim. Toha Putra. Semarang.
  • http://id.wikipedia.org/wiki/Teori_relativitas
  • http://www.qurancomplex.org
  • Mekantronika, Edisi Maret 1979.
  • Mahmud, Musthafa, Dr. 1981. Einstein dan Teori Relativitas, Cetakan kedua. Al-Hidayah. Jakarta.
  • Van Klimken, Gerry. 1989. Pengantar Fisika Modern. Satya Wacana. Semarang.
  • Hidayah, Edisi 25, Jumadil Ula 1424 H/Agustus 2003.

Entry filed under: Uncategorized. Tags: .

AMIRIKA MEMBUKTIKAN KERASULAN MUHAMMAD KESYIRIKAN DAN PENGOBATAN

31 Komentar Add your own

  • 1. ddwdandy9  |  Februari 16, 2009 pukul 1:33 am

    einstein mengaku bukan org yang tidak percya tuhan, tetapi dia tidak mau memeluk satu agamapun di dunia ini.. :( beliau berkata, bahwa di dunia ini pasti ada zat yang maha dahsyat yang menciptakan awal mula dunia..

    salam kenal ya mas..

    regard,

    http://daklantaikeraton.wordpress.com

  • 2. nurrahman18  |  Februari 17, 2009 pukul 9:24 am

    mengapa einstein samapi seperti itu ya?

    nice artikel

  • 3. reina  |  April 17, 2009 pukul 11:01 am

    seandainya umur einstein bisa diperpanjang lg sebentar mungki ia akan mengetahui siapa Tuhan yg sebenarnya!!

    lam kenal//

  • 4. andyan  |  April 27, 2009 pukul 9:56 am

    kalo nggak salah sih, sejak kecil Einstein belajar kristen dan yahudi, tapi dia tidak membenarkan ajaran kedua agama itu, karena logikanya tidak sesuai dengan pemikiran Einstein.

    entahlah, yg jelas, beliau orang hebat

  • 5. dinarroyyan  |  Mei 3, 2009 pukul 4:37 pm

    Lalu gmn keadaan nabi jika naik sebuah BENDA dengan kecepatan melebihi CAHAYA…? TOLONG JAWABANNYA ke dinarroyyan@yahoo.com!!!!

  • 6. Life  |  Mei 3, 2009 pukul 10:38 pm

    einstein kenapa ga mau pilih agama?
    mungkin semua agama ga ada yang
    masuk logika kali…. hehehehe….

  • 7. Lukman Khakim  |  Mei 12, 2009 pukul 5:27 am

    Ini adalah bukti kebesaran Allah dan bukti kebenaran islam.
    Semoga Allah selalu memberkati kita,
    Amiin.

  • 8. tajudin  |  Mei 15, 2009 pukul 1:38 am

    ya seandainnya einsten lebih menganalisa lebih dalam lagi tentang fenomena alam yang ada di dunia ini, pasti ia akan tahu siapakah zat yang maha kuasa. sebab semua fenomena yang ada telah tersirat dalam kitab suci-Nya

  • 9. Nanda  |  Juni 22, 2009 pukul 10:36 am

    D balik kecerdasan yg d miliki einstein.terxta ia msh menyimpan kebodohan.klu pntr udh pasti allah yg zat maha dahzat yg cptakn alm semesta ini.

  • 10. cecep  |  Juli 2, 2009 pukul 2:03 pm

    segala puji bagi allah aatas segala firmanNYA.Amin

  • 11. cecep  |  Juli 2, 2009 pukul 2:04 pm

    segala fuji bagi ALLAH atas segala firmanNYA

  • 12. muh joni  |  September 10, 2009 pukul 11:22 pm

    kunfayaakun

  • 13. ANGGER  |  November 2, 2009 pukul 4:57 am

    AH KMRN ADA PERTANYAAN KYK GNI?? D TEMEN YG TNY “BIAR LBH MANTEP IMAN KT, PERLU ADA BUKTI TTG KEBENARAN ISRA’ MI’RAJ???”.

    DAN AKHIRNYA DARI PERNYATAAN DIATAS Q SDKT MENGERTI.
    THANXXX
    WASSLM.

  • 14. brian  |  Desember 28, 2009 pukul 3:39 am

    seharusnya einstein lebih meneliti lagi bahwa sahnya teori kekekalan massa aialah massa dapat diciptakan dan massa bisa dapat dimusnahkan. bukan sebalinya .

  • 15. ipul  |  Januari 28, 2010 pukul 6:47 am

    artikel yang membuka wawasan mas.einsten emang jenius.tapi bodoh karena tidak memilih islam sebagai agamanya

  • 16. dhiyaz  |  Februari 22, 2010 pukul 9:22 am

    Artikelnya bagus… Bukti kebesaran Allah Swt.
    Tapi mhn maaf, kita harus sedikit hati-hati dengan “buraq” yang digambarkan sebagai kuda bersayap berkepala seorang perempuan.

    Kalau menurut saya, gambar itu merupakan penghinaan terhadap Nabi Muhammad SAW.

  • 17. hatciu  |  Maret 5, 2010 pukul 11:00 am

    alhamdulillah bs ketemu artikel ini…
    dr artikel itu berarti ada 2 kesimpulan kn?
    1.isra’ mi’ raj bkn hal yg d ada2[memang terjadi]
    2.mesin waktu juga ada…,karena dengan keceepatan cahaya kita bs msk dalam perlambatan waktu atau percepatan waktu..
    jd gk khayal kan d masa depan ada mesin waktu.. asal ada benda/alat yg bs ngelebihin cahaya/[v=c]…
    btul?????
    wassalam

  • 18. hatciu  |  Maret 5, 2010 pukul 11:02 am

    @dhiyaz:saya setuju pendapat anda…

    alhamdulillah bs ketemu artikel ini…
    dr artikel itu berarti ada 2 kesimpulan kn?
    1.isra’ mi’ raj bkn hal yg d ada2[memang terjadi]
    2.mesin waktu juga ada…,karena dengan keceepatan cahaya kita bs msk dalam perlambatan waktu atau percepatan waktu..
    jd gk khayal kan d masa depan ada mesin waktu.. asal ada benda/alat yg bs ngelebihin cahaya/[v=c]…
    btul?????
    wassalam

  • 19. hatciu  |  Maret 5, 2010 pukul 12:06 pm

    1 pertanyaan… apa pengaruh kecepatan cahaya terhadap ruang waktu[maju/mundurnya waktu]?

    katanyakan kalau kita hampir menyamai kecepatan cahaya itu berarti kita memperlambat waktu[maju ke masa depan]

    tapi kalau v=c[kecepatan sama dengan kecepatan waktu] kita mempercepat waktu[kembali ke masa lalu]

    tolong d jawab
    thx… wassalam

  • 20. tony  |  November 12, 2010 pukul 2:18 am

    padahak enstien suka bolos sekolah

  • 21. tony  |  November 12, 2010 pukul 2:26 am

    satu lagi memang ada mesin waktu tapi ALLAH belum mengijinkan kita memilikinya karena pasti jika ada mesin waktu kita pasti memanfaatkannya dengan tujuan jahat

  • 22. jhony  |  Desember 11, 2010 pukul 8:17 am

    biar gi mana pun,enstein tetap tokoh yg paling saya kagumi

  • 23. Taufiq  |  Januari 19, 2011 pukul 12:06 pm

    Hmm…
    Nice Article

  • 24. adi  |  Februari 22, 2011 pukul 4:07 pm

    Woow mantap ilmunya ternyata smpe sjauh itu einstein brfikir.. Mgkin einstein gk tau klo ada agama islam & gk prnah tahu apa isi dari kitab suci Al-qur’an yg trnyta sesuai dengan pemahamannya itu. cz dinegaranya islam jd agama minoritas & org2 di sekelilingnya gk ada yg bragama islam.

  • 25. darien  |  Maret 24, 2011 pukul 10:07 pm

    apa bener isra mi raj sesuai teori einstein?klo isra mi raj sesuai teori einstein,bagaimana tentang paradok kembarnya?harusnya ketika muhamad pulang kebumi,sahabat2 nya jauh lebih tua dong,orang dia aj melakukan perjalanan semalam,lho,.,,,,,

    konsep Tuhan menurut pandangan einstein bahwa dia tidak mempercayai Tuhan personal
    yang posting di atas nyebut Tuhan itu Allah,ingat Allah itu jika diterjemahkan artinya Tuhan,Allah itu nama Zat,bukan nama diri,Tuhan itu tidak punya nama,mohon diprdalam konsep Ketuhannan anda
    jadi BOHONG jika orang,/siapaun/agama apapun tau siapa Tuhan,jika anda menyebut Allah,sama aja bohong karena Allah itu jika diterjemah kan artinya tuhan,jika diterjemahkan dalam bahasa inggris God,dan itu tidak ada bentuk jamak…

  • 26. harry  |  Maret 30, 2011 pukul 3:41 pm

    jujur sih aq g tw menau ap yg dibicarakan…
    tp yg aq plajari dlam ilmu hakikat n tasawuf islam emg bnar sih..
    “spa yg bs mengimbangi kecepatan cahaya mka ia akn bs melakukan prjalanan waktu” (jalaluddin rumi)
    emang g msuk diakal..krn akal qt g mampu mnerimany…y it la kekuasaan tuhan…

    klu mslah ALLAH…aq stujuh sih klu ALLAH it adlah nama DZAT..
    DZAT yg wajibal wujud,,DZAT yg tak trbatas oleh ruang n wktu..
    DZAT yg awal n yg akhir..DZAT yg zahir n bathin..
    nah..klu ud gni ujung2ny bhas hakikat sifat 20 deh…
    ah g tw ah..pning…..

    maaf ats kslahan n kkurangan sya…
    sy msih tahap blajar..
    maaf jg…postingan g mksud menceramahi…

  • 27. Jamooda  |  September 29, 2011 pukul 6:50 am

    Mantap gan..kami tunggu posting berikutnya

  • 28. annna  |  Oktober 19, 2011 pukul 12:27 am

    Subhanallah, Allah menciptakan Einstein untuk membuktikan kebesaran-Nya.

  • 29. iwan_setiawan  |  Juni 23, 2012 pukul 1:46 pm

    Yang pasti isra mikraj itu kan diceritakan dalam Al-Quran, Al-Quran adalah Firman Allah SWT.. Jadi isra mikraj Nabi Muhammad SAW adalah peristiwa yang benar-benar terjadi. Wajib kita imani.

  • 30. iwan_setiawan  |  Juni 23, 2012 pukul 1:49 pm

    Masalah Einstein yang tidak masuk islam kenapa harus dipikirin..? bukan urusan kita kok.

  • 31. Eko Baskoro  |  Oktober 27, 2012 pukul 2:32 am

    berdasarkan pembuktian muon tadi, saya percaya kebenaran itu 100%.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


YM Online

Flickr Photos

Picture

More Photos
sunatullah.com

kalender posting

Februari 2009
S S R K J S M
« Jan   Jun »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
232425262728  

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: