Penelitian Air Zam-Zam

November 12, 2008 at 1:34 pm 2 komentar

Sebentar lagi musm haji tiba, tiba-tiba pikiran saya teringat pada kejadian tahun 1971. Ada seorang dokter Erapa menulis di harian EROPEAN PRESS, Dia menyebutkan bahwa Air Zam-Zam tak layak untuk diminum. Saya berpikir bahwa ini hanya sebuah bentuk prasangka terhadap muslim. Dokter tersebut berasumsi bahwa ka’bah berada posisi yang dangkal (dibawah permukaan laut) dan terletak di pusat kota Mekkah, air yang kotar dari seluruh kota akan mengumpul dalam sumur tersebut

Untungnya, berita tersebut terdengar oleh Raja Faisal, beliau sangat marah dan segera memerintahkan untuk diadakan penelitian. Departemen Pertanian dan Pengairan diperintahkan untuk mengirimkan sampel Air Zam-Zam ke laboratorium Eropa. Disinilah Tariq Hussin bekerja sebagai insinyur.

Tariq Hussin bersama penguasa kota Mekkah menuju ka’bah untuk melihat keberadaan kolam Air Zam-Zam. Dia sangat heran melihat kolam dengan ukuran kira-kira 6×4,5 m2 mampu menyuplai jutaan kubik air untuk jamaah haji dan umroh tiap tahun sejak ditemukannya oleh Nabi Ismail AS beberapa abat lalu.

Tariq Hussin mulai melakukan investigasi dengan melihat dimensi sumur. Dia menyuruh seseorang untuk masuk ke dalam sumur dan berdiri. Ketinggian air mencapai bahu kira-kira 5 kaki, kemudian orang tersebut berjalan dari satu sudut ke sudut yang lain tetapi tidak ditemukan pipa masuknya air. Dia menggunakan ide yang lain yaitu dengan memompa air dengan tujuan akan dapat terlihat dasar dengan tetap mengintruksikan orang tersebut tetap berdiri. orang tersebut disuruh oleh Tariq untuk tetap memperhatikan pada dasar sumur, tiba-tiba pasir didasar sumur bergeser-geser mengeluarkan air oozes disekitar sumur. Sebenarnya aliran air sumur disetiap titik sama, sehingga menjaga ketinggian air tetap, ini adalah fenomena yang luar biasa.

Sebelum Toriq meninggalkan ka’bah. Dia bertanya kepada pihak lain yang memiliki sumur disekitar ka’bah. Dia diberitahu bahwa sumur mereka kering.

Ketika Toriq sampai dikantornya di Jeddah. Dia melaporkan bahwa sumur terkoneksi dengan laut merah, hal ini didukung oleh hasil uji sampel air dari laboratorium di Eropa menunjukkan hampir idenntik.

Perbedaan Air Zam-Zam terletak pada komposisi Kalium dan Magnesium yang lebih tinggi. Hal ini menyebabkan air dapat menyegarkan, tetapi yang lebih signifikan, adanya kandungan Fluorides yang efektif terhadap aksi jamur. Hasil uji laboratorium Eropa menunjukkan bahwa air layak diminum.

Dengan ini pernyataan dokter tersebut adalah palsu. Ketika hal ini dilaporkan kepada Raja Faisol, beliau sangat senang.

Entry filed under: Uncategorized. Tags: .

INTERNET MARKETING BANTAHAN TERHADAP AHMADIYAH

2 Komentar Add your own

  • 1. arfi  |  April 30, 2009 pukul 4:39 am

    Subhanallah…satu lagi bukti bahwa Allah menciptakan alam raya ini dengan perhitungan yang sangat cermat. Saya sedang penelitian air zam-zam juga untuk skripsi saya…tentang pengaruh air zam-zam terhadap karies gigi. Kandungan flourides dalam air zam-zam juga memungkinkan berkurangnya angka kejadian karies pada seseorang yang mengkonsumsi air zam-zam. So…bagus juga jika menjadikan air zam-zam sebagai air minum harian. Tentu untuk orang-orang arab…kalo yang di Indonesia…

  • 2. vae  |  Februari 18, 2011 pukul 12:48 pm

    subhanallah …

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


YM Online

Flickr Photos

Picture

Lebih Banyak Foto
sunatullah.com

kalender posting

November 2008
S S R K J S M
« Sep   Jan »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930

%d blogger menyukai ini: