IMAN BUKAN KEPERCAYAAN

Januari 31, 2009 at 1:19 pm Tinggalkan komentar

Dasar utama agama adalah “kepercayaan, yakni mengakui sesuatu yang benar adanya, namun masih harus dibuktikan kebenarannya”

Menurut pemahaman saya selaku muslim, dasar utama dari setiap agama adalah IMAN.
Mungkin ada orang yg berpendapat bahwa “Iman” identik dengan “percaya”. Menurut saya bukan, bahkan arti Iman sangat berbeda dgn percaya.

Dalam hal ini, mungkin mayoritas manusia PERCAYA terhadap eksistensi tuhan (dengan t kecil) terbukti dari berkembangnya macam-macam agama yg diyakini oleh masing2 pemeluknya. Namun demikian belum tentu semua yg bertuhan pasti beriman kepada Tuhan YME.

Lebih parah lagi, banyak orang yg percaya dan menyatakan BERIMAN kepada Tuhan, meski sesungguhnya mrk hanya beriman pada pemikirannya sendiri yang dianggapnya lebih cerdas, lebih berkadilan, lebih demokratis dan lebih baik dan benar dibanding dengan aturan Tuhannya.

Sebagai contoh, (kalau saya tak keliru) semua agama melarang perbuatan homoseksualitas, perkawinan sejenis, perzinahan, korupsi, perjudian dll. Faktanya banyak manusia yg melanggar larangan Tuhan tsb. Ajaibnya lagi, meski banyak yg tidak berniat menjalaninya dan menyatakan dirinya patuh menjalankan agamanya, namun terus berupaya memperjuangkan legalitas homoseksual, perkawinan sejenis, perzinahan, aborsi dan perbuatan2 lain yg secara tegas dan jelas dilarang Tuhan, hingga tak sedikit negara dan pemegang legalitas agama yg melegalisirnya. Pembangkangan2 manusia thdp aturan2 dlm kitab suci dgn dalih perlu mengadakan “koreksi/menafsirkan kembali” aturan2 Tuhan yg “ketinggalan jaman” atau “tidak rasional”. Menurut hemat saya perbuatan tsb sama saja dgn penistaan terhadap Tuhan yg Mahakuasa dan Mahatahu akibat kaburnya persepsi dan nilai Iman dlm dirinya.

Mereka malah tampak begitu bangga saat menyatakan bahwa dirinya merasa lebih nyaman menjalani “agama” berdasarkan penafsiran sendiri memenuhi nilai2 demokrasi, toleransi beragama, liberalisme dan pluralisme, diperkua dengan dengan dalih bahwa ibadah dan beragama adalah sesuatu yg sangat pribadi antara seseorang dengan tuhannya.
Menjalankan agama “sesuai penafsiran pribadi”, pd hakekatnya adalah menjalankan agama yg dibuat sendiri sebagaimana Lia eden, Mozadekh, Ksatria Piningit dll.

Dasar utama agama adalah IMAN bukan kepercayaan

Entry filed under: Uncategorized. Tags: .

RECEP ERDOGAN PAHLAWAN PALESTINA HUKUM MEWARNAI RAMBUT

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


YM Online

Flickr Photos

Picture

Lebih Banyak Foto
sunatullah.com

kalender posting

Januari 2009
S S R K J S M
« Nov   Feb »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

%d blogger menyukai ini: